ADA APA DENGAN CINTA 2? | SPOILERS REVIEW

Monday, May 02, 2016

Ada Apa dengan Cinta? merupakan salah satu film terbaik Indonesia. Rilis than 2002, aku masih kelas 4 SD, belum paham tuh film-film drama percintaan, masih suka main Barbie, nonton film-film Disney. Berbeda sama zaman sekarang, anak-anak SD seolah tahu banget arti kata cinta ya? 

Film AADC ini sukses banget, semua orang tahu, semua orang nonton. Aku sendiri pertama kali nonton mungkin sekitar kelas 1 atau 2 SMP, tahu dari pacarnya kakakku (yang sekarang jadi kakak iparku). Sejak dulu, aku ngga suka sama drama percintaan yang too easy atau falling in love tanpa alasan yang jelas. Personally, terlepas dari kesuksesannya, AADC bukan drama percintaan yang lebay. It became one of my favourite Indonesian movies ever since.



14 tahun setelah film pertama, Riri Riza akhirnya mewujudkan mimpi remaja-remaja tahun 2000-an. Sekuel AADC dengan judul Ada Apa dengan Cinta 2? ini akhirnya tayang juga! Sebagai sutradara dalam film kedua ini, Riri Riza mengemban tugas berat. Sekuel ini harus menyamai kesuksesan film sebelumnya, bahkan harus lebih dari itu.




AADC 2 dimulai dengan Cinta (Dian Sastrowardoyoand her cliques, Karmen (Adinia Wirasti), Maura (Titi Kamal), dan Milly (Sissy Pricilia) memutuskan untuk liburan ke Yogyakarta. Kita lebih banyak tahu soal kehidupan mereka selama 14 tahun ini! Cinta yang ternyata sudah bertunangan dengan Trian (Ario Bayu) dan sebentar lagi menikah, kehidupan percintaan Karmen yang menyakitkan, Milly yang sedang tamil anak pertama dengan Memet (Dennis Adhiswara) dan yang mengejutkan adalah Alya (Ladya Cheryl) yang meninggal 5 tahun lalu karena kecelakaan.

Fast forward ke Jogja, Karmen dan Milly ngga sengaja melihat Rangga (Nicholas Saputra) dan disinilah semua berawal pertemuan pertama Cinta dan Rangga setelah 9 tahun! Yep, you read it right! Rangga dan Cinta menjalani long distance relationship dan berakhir secara sepihak lewat sebuah surat dari Rangga.


So that's why the phenomenal line came from "Rangga, yang kamu lakukan ke saya itu jahat!" 

Plot line yang rapi membuat kita greget sama hubungan Rangga dan Cinta. Sikap Cinta yang hard to get tapi mau, Rangga yang ternyata nggak lagi seangkuh dulu dan bikin kita luluh (apalagi pas close up!) sebenarnya jadi fondasi yang bagus untuk bikin audience makin penasaran, sayangnya... hal itu kurang terlihat. Menurutku, dengan plot line seperti ini, apa yang dihadirkan di AADC 2 ini kurang mendetail, kurang banyak, mengingat kita (old and new fans) sudah menunggu selama kurang lebih 14 tahun. This is one of the most long awaited sequels! 



Tapi, walaupun kurang kompleks, film ini tidak mengecewakan sama sekali. Walaupun banyak sponsor yang jelas banget, it's all fine. Naskah buatan Mira Lesmana dengan lines yang pintar, hidup dan naturally funny, ditambah dengan ciri khas Riri Riza yang bermain di visual tones, sudut pengambilan gambar yang unik, suguhan keindahan tempat anti mainstream di Yogyakarta semua disatukan dengan scores dan original soundtrack oleh Melly Goeslaw dan Anto Hoed.

Mungkin Rangga dan Cinta hanya menghabiskan satu hari berduaan, menjelajahi sisi lain di Yogyakarta setelah 9 tahun tanpa kabar. Just one day. Apa yang bisa terjadi dalam satu hari? Banyak. Itu yang bisa kita ambil dari film ini. Satu hari itu 24 jam, dan semua bisa terjadi dalam jam-jam tersebut. Mungkin Cinta sudah berkomitmen dengan Trian, tapi who knows? Rangga adalah satu-satunya pria yang bisa bikin hidupnya berantakan hanya karena satu surat. Cinta adalah satu-satunya perempuan yang bikin Rangga mau kembali ke Indonesia, mau bertemu ibunya, dan being a forever alone guy.


It proved ketika Rangga mengantarkan Cinta pulang kembali ke vila. Kita bisa lihat kalau keduanya nggak mau perjalanan mereka berakhir. The way they're starring at each other, holding hands, dan terakhir, yang mungkin bikin Riri Riza bilang "Sorry not sorry" when they're kissing. Bukan lagi ciuman malu-malu seperti di bandara (AADC) tapi lebih intens, mature, and proves that they need each other.

Baper? 100% sure.

Beberapa orang tidak setuju dengan ending dari film ini, buatku, justru ini yang telah kita tunggu-tunggu. Sejak awal, percintaan Rangga dan Cinta bukan hal yang mudah. Personality Rangga yang sulit ditebak, Cinta yang kuat tapi sensitif, belum lagi Rangga yang pindah ke New York. Sekarang, Rangga masih sendirian dan Cinta sudah bertunangan, more than that, feelings are feelings. They're never go anywhere. 



Cinta akhirnya mengambil keputusan untuk menyudahi hubungannya dengan Trian, mengejar Rangga ke bandara tapi nggak pernah sampai. Kenapa? She's almost die in a car accident tapi justru jadi titik dimana Cinta mikir, you only life once dan mungkin kesempatan untuk tidak mengulang hal yang sama hanya satu kali. Sampai akhirnyaaaaaa... satu purnama kemudian, Cinta dan Rangga bertemu di Tokyo, telling each other's feelings.

Aku suka ending nya, memang mudah ditebak tapi menurutku gather the plot. Akan lebih baik lagi kalau film ini lebih fokus dengan Rangga dan Cinta, membuat penonton lebih penasaran sebelum akhirnya mendapat happy ending. Overall, film ini tidak mengecewakan sebagai film yang paling ditunggu.

Thanks for reading! Xx. 

No comments:

Post a Comment

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS